Sayup sayup kudengar...
Hmm...
Lagu dari rocket rockers mengalun pelan...
Dari seperangkat audio stereo...
Menggiring otakku untuk mengingat musim kemarin...
Saat semua ketegangan, perang urat saraf, deadline, i wish i was luck... I've got my lifeline...
Musim yang susah dilupakan, dan berakhir buruk...
Peristiwa, cinta, akademik dan persahabatan mengalun indah...
Masih kuingat saat bermandi peluh. Jenuh!
Atau hari dimana masa indah itu akan di mulai...
Tapi tidak...
Tertunda entah sampai kapan...
Tidak mungkin kulupa...
Dentuman dobel bass pedal, distorsi dua gitar, seiring dengan ritme bassku...
Kapan bisa terulang?
Tapi endingnya tak seindah saat kulewati bersama...
Perlahan, satu persatu pergi...
Pulang...
Tak kembali...
Mengharapkam musim yang lebih baik sekarang...
Kamis, 19 Februari 2009
Rabu, 18 Februari 2009
Telfon aku...
Bermula dari satu kata...
"hai..."
seketika merubah duniaku.
Yang dulu kelam, tanpa cahaya.
Dia bidadari malam yang menemani kesepian malamku...
Terasa sangat indah waktu bernyanyi bersama dengan suara hati yang sama, detak jantung seirama dan kisah yang menyiratkan kepahitan hidup.
Serasa menemukan cawan raksasa yang mampu menumpahkan semua rasa di jiwa.
Ku berusaha membuat dia bahagia.
Tapi tidak malam ini,
liburan ini, jarak dan waktu, dan kebodohanku.
Memisahkan pesona...
Dan yang dia rasakan, sama
tapi seakanku tak peduli.
Setelah aku yakin rasa itu...
Dia pergi...
Tanpa jejak,
tanpa air mata...
Menyisakan paku yang menancap tajam d hatiku. Aku yang tanam sendiri paku itu...
Dia tertawa kini, melihatku mati perlahan . Dengan paku berkarat ini...
Thanx for all...
I'll never forget you...
U teach me how to treat girl...
So i know now,
never underestimated her...
If i have one more chance...
I give everything...
What im felling now...
Its just you in my heart...
Forever and ever
i wont make this last thing last call ever...
"hai..."
seketika merubah duniaku.
Yang dulu kelam, tanpa cahaya.
Dia bidadari malam yang menemani kesepian malamku...
Terasa sangat indah waktu bernyanyi bersama dengan suara hati yang sama, detak jantung seirama dan kisah yang menyiratkan kepahitan hidup.
Serasa menemukan cawan raksasa yang mampu menumpahkan semua rasa di jiwa.
Ku berusaha membuat dia bahagia.
Tapi tidak malam ini,
liburan ini, jarak dan waktu, dan kebodohanku.
Memisahkan pesona...
Dan yang dia rasakan, sama
tapi seakanku tak peduli.
Setelah aku yakin rasa itu...
Dia pergi...
Tanpa jejak,
tanpa air mata...
Menyisakan paku yang menancap tajam d hatiku. Aku yang tanam sendiri paku itu...
Dia tertawa kini, melihatku mati perlahan . Dengan paku berkarat ini...
Thanx for all...
I'll never forget you...
U teach me how to treat girl...
So i know now,
never underestimated her...
If i have one more chance...
I give everything...
What im felling now...
Its just you in my heart...
Forever and ever
i wont make this last thing last call ever...
Langganan:
Postingan (Atom)