Badanku hancur
remuk redam
di hantam ombak
lalu terjerembab di pasir coklat
semua gelap
hanya ada air, garam, dan buih...
Itupun mengindra kulitku
perasaku
melayang di antara
kuda laut dan putri duyung
yang mengantarku
menuju kerajaan bawah laut yang gemerlap
ku terkesiap
ketakjuban ini
laksana kulukis wajahmu di awan
kutarik garis senyum, tatapan nyaman
di dalam samudra ini
kuterperangkap di palung hati
terdalam...
Ku tak bisa kembali
bukan tak bisa... Tapi ku tak ingin terlalu cepat menikmati keindahanmu...
Peri peri kecil menari di atas pentas terumbu karang...
Berlatarkan anemon warna warni...
Peri itu, peri ubur ubur
bening.
.indah.
Tapi beracun...
Ku hanya berani mengintip di ujung mata...
Bersiaga pada tentakelnya...
Pertunjukan selesai...
Dan ku di giring menghadap baracuda
penguasa samudra
dia bertanya:
"tempatmu memang bukan disini, tapi kami butuh kehadiranmu sebagai penyeimbang ekosistem"
aku terjebak... Aku ingin kembali... Tempatku bukan disini..!
"kau tlah merengkuh nikmatnya!"
aku tak minta, kau yang memaksa... Ya aku terima saja...
"(terdiam) kalau kau pergi, dunia kami akan binasa. Kau adalah bintang yang tertulis di kapal karam ini... _saint gloria-1889_
kau nahkoda yang kami tunggu... Bawa kami bersamamu"
dunia kita berbeda. Tak akan bisa sama. Nafas kita tak sama. Aku tetap harus pergi.
"tak kau pikirkan nasib kami? Rakyatku? Kehancuran ini oleh kaummu! Kutuntut pertanggungjawaban!"
berkata pasti
melawan waktu
hatiku kan tetap disisi
dan tak kan berlalu
kutitipkan segenggam tanah hitam. Semoga menjadi petunjuk.
"kujaga pesan, tak kan kubuka hingga akhir zaman"
makasi atas pengertianmu cuda...
Aku akan kembali dengan pasir emas tuk indahkanmu...
...
Hatiku hancur
remuk redam
ketika ku kembali
hanya ada pasir hitam
maafku terlupa sesaat
kau binasa
maaf...
Keputusan berat ini ku ambil...
Walau hampa...
Kuyakin kau ada...
Helaan nafasmu, kini sama
beriring dengan deburan ombak
mimpikan kisah kita lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar